Category: Perempuan

Selaput Keperawanan

selaput keperawananSelaput darah keperawanan, apakah anda pernah mendengar mengenai tes keperawanan, tes ini selalu dikaitkan dengan keperawanan seorang wanita, dimana seorang wanita dapat dikatakan masih gadis atau perawan.

Keutuhan selaput darah keperawanan seseorang tidak bisa dijadikan tolak ukur apakah seorang wanita tersebut perawan atau tidak, sebab kondisi selaput dara berbeda-beda pada setiap orang. Untuk itu Anda harus memahami terlebih dahulu mengenai apa itu selaput dara.

Selaput dara merupakan lapisan kulit yang amat tipis dan kondisinya merentang pada vagina seorang wanita. Lapisan ini menutupi seluruh atau sebagian mulut vagina, dan merupakan bagian dari organ genital yang memiliki struktur mirip dengan vagina. Selaput ini sendiri dapat berubah sewaktu-waktu yang disebabkan oleh penetrasi seksual atau akibat dari proses persalinan.

Perubahan selaput keperawanan sendiri berbeda-beda bagi sebagian wanita, tergantung tingkat elastisitas pada tiap-tiap selaput dara. Jika cukup elastis, maka selaput dara tersebut dapat kembali seperti semula pasca penetrasi, sebab ada sebagian wanita yang selaput daranya hilang sama sekali atau masih tersisa sedikit setelah terjadinya penetrasi. Namun setelah proses persalinan sisa-sisa dari selaput dara biasanya akan menutupi mulut vagina, kondisi ini disebut dengan introitus parous.

Bentuk selaput darah keperawanan usia remaja dan dewasa dapat berbeda-beda, tergantung kadar dan aktivitas hormon. Bentuk yang paling umum terlihat adalah bulan sabit. Setelah masa pubertas, kadar estrogen yang berubah serta aktivitas tertentu dapat membuat selaput dara menjadi lebih tebal.

Mengapa Selaput Darah Keperawanan Bisa Terluka

Karena selaput keperawanan merupakan lapisan tipis, sehingga rawan untuk terjadinya sobekan pada selaput dara. Sobekan yang terjadi pada selaput dara dapat diakibatkan oleh beberapa hal seperti berolahraga, pemeriksaan vagina, penetrasi seksual, cedera, dan masturbasi. Selaput dara yang terdapat pada anak-anak atau usia remaja dapat kembali pulih dengan cepat jika mengalami sobekan sedangkan pada wanita dewasa proses penyembuhannya bervariasi antara wanita satu dengan wanita lainnya.

Apa Hubungan Selaput Keperawanan Dengan Seorang Wanita

Selaput keperawanan seorang wanita sangat identik dengan selaput dara, bahkan kini wanita yang selaput daranya sobek selalu identik dengan wanita yang sudah tidak perawan. Padahal banyak faktor yang menyebabkan selaput dara sobek selain penetrasi penis ke dalam vagina. Bahkan, ada sebagian wanita yang baru lahir tanpa memiliki selaput dara.

Hal ini yang menyebabkan ada sebagian wanita yang tidak mengalami pendarahan saat melakukan hubungan seksual untuk pertama kali tidak seperti wanita pada umumnya yang mengalami nyeri dan keluarnya darah akibat dari robeknya selaput dara.

Sebagian besar wanita tidak mengetahui apakah selaput dara yang berada di dalam vaginanya robek atau tidak saat sedang melakukan aktivitas. Kondisi ini terjadi sebab saat selaput keperawanan mengalami robek tidak menyebabkan sakit atau pendarahan. Pendarahan yang terjadi akibat dari hubungan seksual pertama kali selain aktivitas penetrasi penis juga dapat terjadi akibat dari beberapa faktor lain seperti penggunaan mainan seks, vagina yang kering atau hubungan seksual yang dilakukan dengan cara yang kasar atau tidak perlahan-lahan.

Oleh karena itu kondisi keperawanan seorang wanita sama sekali tidak berhubungan dengan kondisi selaput dara. Untuk itu perlu adanya pendidikan seksual sejak dini kepada para wanita, terutama kepada para remaja untuk merawat tubuhnya dan bertanggung jawab terhadapa aktifitas seksualnya.

 

Read More